TANJUNGREJO – Salah satu program pemerintah melalui Dana Desa  yaitu kegiatan Ketahanan Pangan dan Hewani.  Guna Mendukung Program tersebut, melihat aspek dan geografis Desa Tanjungrejo, melalui kesepakatan bersama antara BPD dan pemerintah Desa Tanjungrejo dimana lahan tanah kas desa yang ada diwilayah Tanjungrejo yang tidak produktif untuk ditanamai padi dan jagung dan selama ini hanya ditumbuhi ilalang dan tanaman keras lainya diremajakan semua. Kepala Desa Tanjungrejo, bapak Suyadi berharap sebelum masa bakti sebagai kepala desa selesai pada akhir tahun 2024, semua tanah kas desa yang ada ditanjungrejo diremajakan, pohon tahunan yang ada ditebang habis dan ditanami pohon buah, yaitu jenis petai dan alpukat. Pohon Petai dan Alpukat dipilih karena kedua tanaman tersebut cocok ditanam diwilayah Tanjungrejo. pak suyadi berharap dalam lima tahun kedepan hal tersebut bisa menunjang PAD Desa Tanjungrejo yang selama ini hampir tidak ada, hanya berharap dari lelang tanah kas desa dan bagi hasil Bumdes yang tidak seberapa. dengan adanya program ini nantinya bisa menjadi ikon Desa Tanjungrejo sebagai desa agrobisnis. Apabila program ini berhasil, tidak menutup kemungkinan lima atau sepuluh tahun kedepan Desa Tanjungrejo bisa jadi penghasil petai atau alpukat. “Tahap awal kita akan menanam bibit petai dan alpukat sejumlah 1.200 batang yang nantinya akan kita tanam di tanah kas desa yang ada di sebelah selatan lumbung pangan di dk. cengkirlegi, tanah sudah kami persiapkan dan saat ini proses penanaman, kami pilih bibit yang unggul bukan bibit alakadarnya”. demikian kata Kepala Desa Tanjungrejo dalam agenda musdes di pendopo balai Desa Tanjungrejo. Pak Suyadi juga menambahkan, bahwa tahun 2023 dan 2024 juga akan mengalokasikan dan memprioritaskan dana dari APBDes khisusnya yang bersumber dari Dana Desa untuk tindak lanjut kegiatan tersebut. Direncanakan lebih dari 10 Ha tanah kas desa yang dipersiapkan.